"Wahai orang-orang yang beriman!Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu-Muhammad:7"

Rabu, 16 September 2015

Datang untuk dikenang

Bagi saya, semua hal adalah kenangan. Ia menjadi pengingat akan yang sudah lalu atau janji yang akan datang... Ntah itu tentang sekelebat rindu, cinta, atau kasih sayang. Yang pasti, ia mengngatkan.
Juga bagi saya, semua orang adalah pendatang. Mengizinkan mereka singgah dihati kita, lalu biarkan iman yang menjadi penyaringnya. Ntah ia akan tetap bertahan, atau pergi berlalu.
Jangan khawatirkan tentang namamu, atau siapapun itu.. Sebab iman, paham betul tentang makna ukhuwah dan persaudaraan. Dan sebaik-baiknya saudara, teman, dan sahabat, adalah yang tak pernah bosan berjalan bersamamu menuju kebaikan.

Sungguhpun aku, dalam mengenang banyak hal dan menerima banyak orang, selalu ingin mendahulukan 4 nasihat syaikut tarbiyah Ustd. Rahmat Abdullah ini;
*Mengingat-ingat kebaikan mereka yang datang, lalu melupakan segala yang tak baik dari kealpaan mereka
*Mengingat-ingat kealpaan diri yang tak boleh dibenarkan, lalu melupakan segala kebaikan yang dilakukan.

‪#‎Selamat‬ berlapang dada terhadap saudaramu:")
Jangan lihat lemahnya, tapi lihat bagaimana ia menguatkanmu.
Jangan lihat kurangnya, tapi lihat lebih yang Dia takdirkan.
Note: Bunga kertas didepan kantor dengan ‪#‎NoFilter‬ ‪#‎NoEditan‬ ‪#‎WarnaAsli‬semoga menginsipirasi😉🌸






Jumat, 11 September 2015

Hidup untuk Mati, Mati untuk Hidup

“Jangan terlalu sering melihat keatas, takutlah kalau-kalau nanti kau akan tersandung”.


Petikan nasihat dari Tausiyah Muslimah ini memiliki korelasi positif  tersendiri dengan sebuah penyakit psikologis yang pernah dipaparkan oleh salah seorang rekan kerja. Hedonic Treadmill namanya. Sebuah penyakit yang dipahami subjeknya sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap perkembangan teknologi, contohnya. Lalu ia solusikan bahwa penyakit ini sudah sejak lama Rasulullah.SAW ajarkan pencegahannya dengan Qana'ah, mensyukuri segala yang sudah termiliki.

Kita, tak jarang mengkufuri nikmat. Sesering mungkin berkeluh kesah dengan keadaan. Mencemburui mereka yang memiliki kelebihan dari sisi-sisi duniawi, membandingkan diri dengan mereka yang tinggi dalam kedudukan, pangkat, dan jabatan. Padahal kita memahami, hakikatnya segala tentang dunia akan sirna, segalanya tentang kesenangan 'kan binasa. Jangan sampai, Hidup ini hanya sekedar bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup lalu mati dan lupa tempat kembali. Jangan.

Lalu, setelah semua yang kita lihat dari luar adalah kemegahan dan keindahan, kecukupan tanpa kekurangan, kita juga lupa, atau bahkan MELUPAKAN bahwa setiap yang bernyawa Allah uji dengan kapasitasnya masing-masing, tak lebih dan tak kurang. Hanya jangan sampai, setiap ujian yang Allah hadirkan membuat kita merasa yang paling menderita. Bukan kah semua sudah sesuai takarannya?

Teman ini, segala sisi dunianya tercukupi. Tapi... Ya Allah, setelah tahu bahwa Allah uji dari sisi psikologis, mental, dan kesehatan, membuat kita lebih banyak lagi lagi dan lagi untuk bersyukur. Kita tidak pernah tahu segala sisi yang tersembunyi, sebab manusia hanya berhukum berdasarkan apa-apa yang tampak.
Maka saya, semakin yakin akan sebuah statemen yang diganung-gaungkan sedari dulu, 

"Untuk bersyukur, kau tak perlu tahu ujian orang lain 'kan?" .

Sengaja statemen ini berupa pertanyaan, untuk memberikan kesempatan kepada setiap kita agar mampu menjawab dengan keyakinan.

Mengaitkan nasihat Umar bin Khaththbh tentang sabar dan syukur:
"Bersabar terhadap kekurangan, artinya mensyukuri segala bentuk ujian.
Bersyukur terhadap kelebihan, artinya mensabari segala bentuk kenikmatan"
Maka tak ada yang tak indah segala urusan bagi kita, Umat Muslim, Umat Pertengahan:)

Nasihat ini juga tak cukup hanya diaplikasikan untuk urusan duniawi saja, tetapi juga untuk amalan yang berujung pada akhirat, juga butuh sabar dan syukur.

Salah satunya, Ustdz Abdullah Zain menyampaikan bahwa poin setelah beramal yang harus kita lakukan adalah bersyukur, mensyukuri segala kebaikan yang sudah dilakukan atas pertolongan dan kehendak Allah, hingga ia berujung pada manisnya amal yang mengantarkan pada kemudahan dalam menghadapi sakaratul maut. Setidaknya, kesyukuran ini menjadi pengingat bagi kita untuk berbuat sebaik-baiknya 'amal yang juga akan memberikan kebaikan saat nanti dihidupkan kembali.

"Dan sejahteralah untuk kita saat dulu dihidupkan, nanti dimatikan, lalu dibangkitkan"








Rabu, 09 September 2015

2 Bulan menuju 24 Tahun

Nyatanya, akan ada banyak orang yang kita temui dalam perjalanan.
Kau akan bertemu dengan mereka yang mengecewakanmu,
Dengan mereka yang membuatmu terluka,
Dengan mereka yang membuat hati mu patah, air mata mu berderai karena kesedihan dan pilu
Kau akan bertemu dengan mereka yang membohongi,
Dengan mereka yang acuh tak acuh, cuek, bahkan tak peduli
Dengan mereka yang emosional dan suka menghardik,
Kau akan bertemu, dan sering berpapasan dengan mereka yang tak ramah, suka berbisik, berbagi cerita fakta atau fiksi,
Kau juga akan bertemu dengan mereka yang menyulitkan urusanmu,
Dengan mereka yang berpikiran sempit dan picik,
Dengan mereka yang suka berhura-hura, bhidup untuk bersenang-senang,

Kau akan bertemu dengan mereka yang mudah melupakan,
Dengan mereka yang tak menerima segala bentuk perhatian dan kasih sayang..
Kau akan bertemu dengan mereka yang banyak bicara sedikit bekerja, atau sebaliknya
Kau akan bertemu dengan mereka yang hanya sekedar ingin tahu hidupmu,
Dengan mereka yang ...
Dengan mereka yang ...
Masih banyak lagi yang tidak tersebutkan, yang jika di hayati akan semakin mengiris-iris hatimu, hingga kau lupa bagaimana caranya bahagia.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesaat-saat yang lalu ada yang berubah!
Tak pernah tahu apa tepatnya, tapi sedari dulu hati yang begitu sempit kini terasa menjadi begitu lapang.
Allah yang melapangkan, dengan ilmu yang Dia pahamkan. 

Ilmu UKHUWAH ISLAMIYAH enam tahun silam, siapa yang tahu bahwa akan terasa saat ini?
Sedari awal bergabung dalam organisasi kemanusiaan ini, jugan dengan manusia baru yang lainnya, azam untuk memahami dan menerima begitu besar. Tak ada menyimpan sedikit pun harapan kepada manusia, hingga benar-benar merasa mereka adalah rekan kerja sekaligus saudara seiman yang perlu dipegang erat-erat amalnya.

Maka untuk kita yang tidak mampu hidup sendiri, jangan khawatir. 
Tidak semua manusia itu mengerikan.
Tidak semuanya menawarkan dampak yang buruk.
Tidak semuanya juga yang akan melukai,

Hanya catatannya ; Lapangkan hati kita dalam bersaudara, maafkan atas segala kekurangan, utamakan kebaikannya, lalu kau......

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Akan bertemu dengan mereka yang baiknya terpancar dari senyuman,
Dengan mereka yang tersenyum ikhlas dan tertawa lepas,
Dengan mereka yang tulusnya ngga ketulungan,
Dengan mereka yang selalu bisa menasihati dan siap menerima nasihat,

Jangan Khawatir, Kau juga akan bertemu dengan mereka yang memudahkan segala urusanmu...
Dengan mereka yang menyisihkan sebagian ruang hatinya untuk namamu,
Dengan mereka yang memaafkan khilafmu, memaklumi alpamu...
Dengan mereka yang berteriak gembira saat kau insyafi kesalahanmu, menuntunmu, bukan menghujatmu.
Kau akan bertamu dengan mereka yang membahagiakan, yang membantumu untuk kembali merajut hati yang telah patah, atau justru menjadi pengisi kekosongan puzzle hidupmu..

Percayalah...
Bertemu dengan mereka yang membuatmu tersenyum akan LEBIH BANYAK dibandingkan dengan mereka yang akan membuatmu pilu, hanya jika kau mau mengizinkan hatimu untuk tersenyum meski mereka melukai..


Salam Semangat.

*2 Bulan menuju 24 Tahun T_T



09 September 2015
13:13