"Wahai orang-orang yang beriman!Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu-Muhammad:7"

Kamis, 30 April 2015

Tentang Kita

Bukan soalan seberapa banyak buku yang sudah kit abaca, sebab tumpukkan teori bukan apa apa jika tak dibarengi dengan aplikasi,
Bukan soalan berapa lama kita ikut pengajian, toh yang sudah puluhan tahun ngaji pun bisa tumbang dan kalah sebelum berperang,
Bukan soalan berapa banyak kita punya teman dan sodara shalihah, karena mereka pun tak kan mampu merubah mu sebelum perubahan itu berawal dari dalam dirimu,
Bukan juga soalan berapa dalam khimar dan seberapa syar’inya pakaian yang dikenakan, sebab itu adalah bagian dari kewajiban seperi kewajiban sholat bagi muslim muslimat, mukmin mukminat..
Bukan teman,
Ini soalan kita dan Allah,
Ini soalan kita dan persaksian saat di alam ruh, “qoolu bala syahid’na, alas’ tubirobbikum”
Ini soalan kita dan telaga Al-Kautsarnya Rasulullah Shallallahu’alaihiwasaalam
Ini soalan kita dan bangkitnya Islam di akhir zaman,
Ini soalan sebaik-baiknya pertinggal adalah generasi yang kuat setelahnya
Dan ini…soalan, seberapa kuat atau lemahnya azzam ,perjuangan, dan tekad dalam mengilmui segala yang terterima oleh akal yang terbatas ini.
Kata Ustadz Akhi, tadi pagi….
Tafakkuh itu lebih dari sekedar Tafahum, tidak hanya sekedar memahami, tapi mampu mengartikan segala yang tersurat dan tersirat..

(Ibrahim berdo’a), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang orang yang sholeh,” (26:83)

Rabu, 29 April 2015

GALAU?

Ada yang khawatir nikah tidak pada usia yang ditargetkan?
Ada yang gelisah ketika melihat teman memiliki pasangan sementara "kita" menanti dalam kepastian?
Ada yang cemburu ketika diberanda profil media sosial yang lain lewat sambil majang foto berdua?
Atau...ada yang sedang berjuang namun tak kunjung ada akhir yang pasti?
.
Lelah..?
Galau..?
.
Wajar... kita manusia, kebutuhan tertinggi sebagai individu kata Moslow memang aktualisasi diri, tapi kalau versi Islam, kebutuhan tertinggi kita sebenarnya adalah memiliki pasangan.
.
Tapi menemukannya memang tak semudah mengunyah kerupuk,
Mencarinya yang tidak tahu dimana pun memang menyulitkan...
Menunggunya yang entah siapa apalagi dimana memang melelahkan,
Tapi jika kita padukan 2 buah saja firmah Allah;
Allah melapangkan rezki siapa yang Dia kehendaki dan membatasi rizki siapa yang Dia kehendaki (Qs 17:30)
Dan...
"...boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui" (Qs 2:216)
.

Coba kita pretelin satu-satu..
‪#‎Ayat‬ pertama, ada kata kunci "...yang Dia kehendaki", "melapangkan", dan "menahan"
Jika jodoh adalah rezki (rezki yang baik), maka menjemputnya pun jugalah dengan cara yang baik. Agar tidak hanya sekedar Halal tetapi jg Toyyib (baik). Lalu ada kalimat "...siapa yg Dia KEHENDAKI". Lawan kata BER-kehendak, adalah DI-kehendaki (kata kak vivi)
Pertanyaannya balik ke kita, kita mau ngga jadi hamba yg DIKEHENDAKI rizkinya yang baik2 dengan cara yang baik2 pula? Mau, ngga?
Disana ada juga kata MELAPANGKAN dan MENAHAN.
Jangan khawatir...tentang rezki kita Allah udah atur sengan terperinci, tak tertukar, tak bergeser. Hanya kita perlu waspada, adakah yang salah dalam cara sehingga Allah malah jusrtu menahannya (nya: rizki) dari kita?
.
#Ayat kedua, agar kita jangan terlalu terburu-buru menetapkan takdir. Jangan terlalu cepat yakin bahwa apa yg kita jalani itu baik untuk kita, karena toh semua jg akan diputuskan oleh Allah. Keep Woles aja:D
.
Belum nutup aurat? Yaudah belajar pake jilbab aja dl pelan2...
Atau kalau udah pake jilbab tp blm syar'i, yaudah belajar aja dl, coba2 pake jilbab syar'i...
Hafalan juz 30 blm kelar? Yaudah kelarin dl aja...
Ilmu ttg nikah blm banyak? Tambah lagi bacaannya...
.
Sibuk dengan kebaikan,
Sibuk teruuuus memperbaiki diri.,
Sibuk belajar masak,
Sibuk belajar merawat kesehatan,
Ayolah kita sibuk,
Biar lelah dan letihnya menunggu tak sia-sia...
.
Udah, gitu aja.
Pagi, untuk yang terus memperbaiki dirinya

Senin, 27 April 2015

Toyyib

Maka sempurlah islam dengan segala kesempurnaannya (Al-Maidah:3)


Semuanya rinci dalam aturan

Lengkap dalam penyampaian

Dan menyeluruh untuk kehidupan


Dalam sebuah seminar Dr. Zakir Naik, ada pertanyaan tentang hukum makanan yang mensyaratkan Halal dan Toyyib (baik). Apakah ada makanan yang TIDAK TOYYIB? Lalu ia menjelaskan dengan lugas bahwa, tidak semua makanan untuk seseorang itu toyyib. Contohnya saja bagi penderita diabetes, makanan yg mengandung unsur gula tinggi HALAL bagi beliau, hanya saja ia menjadi TIDAK TOYYIB bagi dibeteser.

(Kurang lebih maksudnya seperti ini, ingin lebih jelas tonton videonya saja ya:)) 


Shadaqallah....


Allah Maha Tahu dengan segala aturan yang Ia buat.

Cukuplah kita tiada berlebihan dalam mengambil nikmat, karena asupan yang kita makan tidak hanya sekedar Halal tetapi juga Toyyib. Hingga ia mampu menjadi penegak atas seluruh sendi tubuh dalam berkhidmat atau penguat tulang punggung dalam ruku' dan sujudnya... Cukuplah ia menjadi asupan gizi yang seimbang bukan hanya sekedar pelepas selera yang diperturutkan atau sisa sebutir , dua butir yang dimubadzirkan yang kelak akan kita pertanggungjawabkan, Astaghfirullah :(


Tapi Halal juga tak sekedar dilihat dari HASIL, setidaknya... 

Proses dan Cara jugalah utama 

Halal tanpa harus mengambil hak orang lain, 

Halal tanpa harus mengabaikan hak orang lain, 

Halal tanpa harus menyakiti sesama yang lain,

Halal tanpa harus menggerutu pada atasan,

Halal tanpa harus saling ghibah dan fitnah sejawatan,

Halal tanpa harus berprasangkan buruk dengan pimpinan,

Halal tanpa harus saling mendengki dan mendendam,


Maka....

Halal dengan (harus) Ridha Allah dan Ikhlas diri 

Halal dengan (harus) men-Sabar Syukurkan ni'mat

Halal dengan (harus) totalitas dan maksimal dalam memenuhi kewajiban-kewajiban...

Halal dengan (harus) meniatkan segala peluh Lillahita'ala.

Semoga atas segala yang kita ikhtiarkan dalam bekerja, tidak hanya GAJI yang kita terima sebagai ke-Halal-an, tetapi juga proses penjemputannya selama 30 hari kerja sebelumnya juga Toyyib


Siang ini bersam#FennySP #EnhaiBKT#SoerabiBandoeng 

Semoga Barakah segala asupan :'')