"Wahai orang-orang yang beriman!Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu-Muhammad:7"

Senin, 31 Agustus 2015

Tak Mengapa, Lho

Sudah lama sekali tidak mencoret-coret isi blog ini. Dua minggu yang lalu postingan terbaru, dan sekarang mencoba kembali merajut kata dan kalimat meski abal-abal, heh K


Sering sekali kita dihakimi berdasarkan apa yang kita ucapkan dan tuliskan, meski kata sebahagian para ahli (lupa ahli apa #halah), “Kau adalah apa yang kau tulis”, tapi sebahagian yang lain juga mengatakan bahwa, “Kita adalah apa yang kita bagi”, maka khusus untuk kali ini, titik focus kita adalah tentang apa-apa yang bisa kita bagi dan terima, bukan tentang apa yang kita rasakan hingga dinilai “inilah saya!”, BUKAN. Focus kita bukan kesana, ya!


Suatu hari saya pernah berstatmen begini, “Tiada mengapa jika harus bersendiri, asalkan Allah terus membersamai” | Ada yang sepakat? HEHEHE….

Kita sudah sama-sama besar, sama sama dewasa, sama sama paham tentang hakikat CINTA adalah sepenuhnya dari, untuk, dan karena Allah. Maka sudah sepatutnya juga, ntah saat ini kita sudah berdua (Alhamdulillah), atau sedang menanti penuh kesabaran dalam kesendirian, semua haruslah bermuara kepada Yang Satu; Allah.

Oya, saya tekankan ya…bahwa statemen yang diatas bukan berarti kita berputus asa dan menyerah. Kita tetap berdo’a, kita tetap meminta, dan kita tetap senantiasa mempersiapkan, hanya saja….jika dalam kesendirian itu mampu membuat atau melejitkan prestasi kita, kenapa tidak terlebih dahulu hal itu yang kita upayakan? #tanyakenapa (Meski saya juga tertatih dalam mengupayakan :( )

Daripada ….
Daripada …..
Ah sudahlah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sepinya jalan menuju Allah ini, harusnya lebih bisa membuat kita sadar bahwa ada yang lebih layak untuk dipersiapkan, kau tahu apa itu?




M A T I




Tidak peduli kita saat ini dalam kesendirian, atau kelak Allah ‘kan pertemukan, tidak peduli. Hanya catatannya, dengan atau tanpa siapapun kita berdiri dan bernafas hari ini, yakinkan bahwa kita juga sedang mempersiapkan kematian, berjalan menuju nafas-nafas ke-khusnulkhotimah-an. Sebab mati, tak peduli apakah kau masih sendiri atau sudah berpasangan.



Akhir Bulan Agustus 2015
13.05
PKPU Bukittinggi




Jumat, 14 Agustus 2015

Kieru To Modoru

Yaa Allah, anta Yaa Rahman Ya Rahim

“Tuhan ajari aku tentang arti rela atas segala yang terjadi dalam hidupku. Anugrahkan ampunan atas salahku setelah lama hilang, izinkan ku kembali” --- Kieru To Modoru

Tuhan, aku kembali setiap saat padaMu. Setiap saat.
Memang apa yang dikatakan oleh Ustadz Albert ada benarnya, saat beliau mengatakan bahwa alam pikiran itu tak kenal masa, tak kenal jarak. Saat peristiwa lampau bisa saja tiba tiba muncul dalam benak kita secepat kilat, bahkan mungkin dalam kedipan mata. Lalu kita kaitkan dengan Dzat Yang Maha membola-balikkan hati, bukankah ia berhubungan? Hati itu tak bisa digenggam. Tak bisa ditakar ukurannya, ia berubah sesuai dengan kehendak Empunya ; Allah.
Atas segala yang terjadi semalam yang lalu, bisa saja merubah segala keputusan besar hari ini. Catatannya ada dalam memori akal dan hati. Ia tak Konsisten, teman.
Maka kini, ketika keputusan sudah ditetapkan, palu sudah dipukul, bahkan ekspresi respon an respect sudah berubah, semua berbeda. Hanya menyisakan ruang hati seorang gadis kecil yang murung untuk bisa ditemukan.

Tapi ia tetap tenang.
Hatinya tetap damai.

Genggaman tangannya masih erat seperti sebelum-sebelumnya, meski untuk yang kesekian kali hatinya kecewa, sedih, dan menangis. Ia bahagia. Tetap tersenyum dengan setulus-tulusnya senyuman. Karena ia paham betul hakikat DO’A, IKHTIAR, dan TAWAKKAL. Betapa ketiga-tiganya harus sempurna. Kini, saat ikhtiar ia rasa sudah maksimal, do’a do’a juga sudah menitip dan dititipkan, hanya tersisa tawakkal yang sedang ia upayakan. Betapa tawakkal baginya adalah perpaduan antara pasrah setelah berikhtiar dan berdo’a, ikhlas, dan ridha menerima segala ketentuan dan takdir. Ia hanya berharap-harap, agar ikhtiar yang telah lalu menyisakan amal ibadah disisi Tuhannya. Itu saja.


14-8-2015

15:06

Rabu, 10 Juni 2015

Dokter Muda, dan (calon) Jodohnya

A Special Gift, for a Special Young Doctor

Dalam sebuah kutipan gambar, tertulis “Hidup itu seperti Film…” dari akun @ukhti_susan ,katanya. “Banyak orang menontonnya, tapi sedikit yang mengerti apa yang terjadi dibalik layar…”

Statemen ini ditutup dengan tanda tanya, agaknya kurang pas jika dalam bentuk pertanyaan, karena menurut saya memang begitulah sunatullahnya kehidupan, tak perlu lagi dipertanyakan. Tak ada mereka yang benar-benar paham tentang kita, sekali pun mereka mengatakan, “Aku temanmu, aku memahamimu”. Juga meskipun Tafahum adalah level kedua setelah Ta’aruf, lalu apa ada jaminan benar-benar langsung memahami orang lain? Tak ada!!! 

Sebab yang sudah pasti lebih dekat dan lebih paham tentang kita, justru bukan diri kita sendiri, apalagi orang lain. Tapi Sang Pencipta yang sudah berfirman, “…dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” (Qaf : 16), juga tentang Al-Baathin, catatan kaki Surat Al-Hadid ayat 3 ini menjelaskan, “…dan Dia lebih dekat kepada makhluk daripada makhluk itu sendiri kepada dirinya”. MasyaAllah
Jikalah sudah begini, harusnya kita Tawakkal Maksimal saja lah lagi, ya dok sama yang Maha Memahami kita :’)
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perkenalan kita terbilang singkat, Oktober 2013 hingga mei 2014, tapi syahdunya percakapan kita dalam akun Whats App justru semakin melekatkan meski terpisah dalam  kota . Alhamdulillah. Allah luaskan hati kita dalam bersaudara, Ya ngga Dok :D
Apa tah lagi jika temanya tentang Jodoh, Ah sudahlah. Agaknya tak perlu kita posting satu per satu isi nya disini, kan Kak ?

Tapi dari kesemua cerita yang terhimpun, tak ada yang lebih mengesankan kecuali kalimat-kalimat penutup dan menghibur diri untuk meningkatkan keyakinan terhadap janji dan takdir Tuhan. Selalu. Selalu penutupnya adalah kita sama-sama saling menguatkan dalam kesabaran dan keikhlasan saat masa-masa penantian ini sedang berlangsung, hingga disuatu sore, diatas angkot Bukit Apit dan dibawah derasnya hujan, kita sama-sama menyepakati, bahwa ,”Selama masa bersendirian ini, maka biarlah kita menikmati masa-masa ini dengan optimal”. Bahagia dengan kebahagiaan yang bisa kita lakukan dengan berjalan sendiri, tertawa dengan tertawa yang bisa kita lepaskan saat mampu membasahi wajah dengan air hujan seorang diri, serta mampu menyapu setiap sudut jalanan seorang diri. Kita bahagia, Kak. Kita Bahagia.

Lalu kita sengaja mencari-cari sebab dan alasan lain yang kita benar-benarkan saat tanya selalu menyerang disegala situasi, disegala kondisi. Bahkan jawaban SABAR tak lagi sanggup menutupi segala kejenuhan pertanyan yang bertubi, juga jawaban IKHLAS tak lagi menjadi jawaban itu sendiri.

LALU APA?

#NanyaSerius


Ada sebuah keyakinan yang seharusnya selalu kita pegang dalam mengharap kebaikan dan balasan dari Allah.SWT. Cerminannya dalam kisah tiga orang pemuda yang terkurung dalam gua dengan bebatuan yang menutup segala sisi. Hajatnya kepada Rabbnya, agar bebatuan ini mampu bergeser hingga terbukalah jalan untuk keluar yang disebabkan kebaikan-kebaikan yang pernah mereka lakukan.

Maka, untuk mu, dokter muda, kakak dan sudariku, keyakinan ku akan kebaikan yang sudah diperbuat tiada mungkin Allah sia-siakan. Bersabar. Sabar lagi, sabar terus. Fashbir’ shab’ran jamiila, Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik. Rasulullah saja disuruh sabarnya tidak hanya sekedar sabar, tetapi KESABARAN YANG BAIK. Nah saya juga bingung gimana kesabaran yang baik itu, kak. Tapi yang pasti, ia adalah sabar kerena allah, sabar yang tak berTAPI dan tak berTEPI.

Berbuat baik banyak-banyak, memberi manfaat sebanyak-banyaknya,lalu  melupakannya, dan berdo’a agar Allah balas perbuatan baik kita itu. Disampingnya ada ikhtiar, doa, dan tawakkal yang paripurna. Semoga kita bersabar dengan kesabaran yang baik, kak:']

karena kita takut, benar-benar takut kalau kita lelah dan jenuh mengahadapi segala tanya, adakah kita termasuk orang-orang yang RAGU terhadap janji Tuhan?

Sepenuh Cinta,
Dari Sudut kantor PKPU,
Untuk sudut RSUD Kota Solok

dr.Thesa Ariyanti