"Wahai orang-orang yang beriman!Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu-Muhammad:7"

Sabtu, 26 September 2015






"IMAN INI; bukan sedang menurun atau futur, hanya merasa ia pernah lebih baik sebelumnya"






Jumat, 25 September 2015

Teman… Sungguh, kita selalu bersama.

Kau hadir dalam setiap inspirasiku, Aku hadir dalam setiap kalimat kalimat yang tersusun itu.
Maka jika ingin membersamaimu, aku hanya butuh memejamkan mata lalu mengingat-ingat tentang hal yang kita pernah ada didalamnya. Atau tentang beberapa yang kita terlupa, atau lalai padanya.  Atau, jika kau sedang rindu akan aku, pejamkan juga matamu, rasakan setiap rembesan kalimat yang tertulis, semoga tidak mengurangi makna dari kebersamaan kita.

Sungguh, kita selalu bersama.

Setiap paragraph dari yang tertulis, tidak lebih dari diriku yang pura-pura baik untuk membaikkanmu, juga membaikkan diriku. Ia tak beda jauh dengan jasadku yang tampak, sebab jika Allah berkehendak membuka seluruh yang tertutup, akan ada banyak kau temui amal yang retak disana, hati yang kotor, pikiran yang tak jernih, atau rupa yang tak sesempurna seperti yang terlihat. 

Sungguh, teman..kita selalu bersama ‘kan?

Maka dari segala yang rombeng itu, aku tutupi ia dengan kata demi kata yang kuharap membawa kebaikan untukmu. Agar apa? Agar ia mampu melengkapi segala kecacatan amal ini, agar ia mampu menjadi pelengkap dari yang kurang, atau penyempurna dari yang tak utuh.


Aku, dalam setiap kalimat ini pun membutuhkan yang mengingatkan. Layaknya fisik yang mungkin memiliki kekurangan, begitupun yang tertulis disini, jauh dari kata baik. Maka jangan pernah bosan untuk menjadi guruku, jangan pernah bosan mengajarkanku tentang segala yang salah dan keliru, jangan juga bosan untuk membersamaiku, selalu:’)

Maka aku, sesungguhnya selalu hadir di tengah-tengah keberadaanmu, lewat kalimat-kalimat yang berantakan ini.

Hai 25?!

Hi angka 25. Kabar baikkan?
Selalu bahagia ngeliat angka 25 dikalender atas meja ini, termasuk hari ini *terharu*
Ngomong-ngomong soal Pnerimaan bulanan nih yaa, atau biasa kita sebut sebagai GAJI, beberapa pointnya teringat apa yang disampaikan oleh Ustd.Yusuf Mansur, tentang Allah DULU, Allah LAGI, Allah TERUS. Hubungannya dimana? Disini...

#‎Ustd‬. Yusuf ajarkan saya, dan semoga tersampaikan juga kepada antum wa antunna semua, bahwa segala hal yg akan, sedang, atau sudah kita alami harus melibat sertakan Allah didalamnya. Termasuk saat saat sebelum terima gaji, kita ngadu kalau kita bakal terima uang atas hasil kerja kita beberapa waktu belakang, kita berdo'a, berharap harap ia menjadi berkah ,halal, lagi toyyib. Kita juga berdo'a agar dari penghasilan ini tidak ada kezalimab disana, tidak ada hak yang belum terpenuhi. Dan semoga saling ridha antara kita dan lembaga. Lalu LAGI, atas yang sudah ditangan semoga ia mengalirkan kebaikan untuk yang dimakan, dan kebaikan untuk yang dipakai. Hingga ia menjadi aliran dari kebaikan-kebaikan. Masyaa Allah.... 

#‎Bukan‬ masalah banyaknya, tapi cukupnya. Khawatirlah ketika yang banyak tapi tak mencukupkan.
Sebab fitrah manusia selalu tak pernah puas, maka jangan jadikan jumlah angka yang ditentukan oleh banyaknya NOL dibelakang ini menjadi standar bahagia kita, na'udzubillah tsumma na'udzubillah... Qana'ah keywordnya. 

#‎Bahwa‬ ia juga berasal dari kebaikan orang lain. Nah
Yang paling membuat saya terkesan itu point terakhir ini, tentang mensyukuri atas kebaikan yang Allah titipkan melalui orang lain. Sebab bisa saja, para bendaharawan/wati dilembaga kita, Allah balikkan hatinya untuk tak memenuhi hak kita dengan alasan dan kondisi apapun. Maka bersyukurlah, dan ucapkan terimakasih. Tidak salah jika islam ajarkan membalas kebaikan orang lain dg do'a JAZAAKILLAH KHAIR/JAZAAKALLAH KHAIR/JAZAAKUMULLAH KHAIR, karena mengandung harapan dan do'a agar Allah balas kebaikan mereka kebaikan yang sama atau lebih baik. Indah bukan?:)


Salam semangat buat kita semua di Jumat ini:">
.